FAKTASERANG.ID – Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC) resmi meluncurkan layanan Bedah Robotik Generasi Terbaru berbasis Robotic Tele-Surgical System, sebuah teknologi canggih yang memungkinkan tindakan operasi kompleks dilakukan dengan tingkat presisi tinggi, bahkan dari jarak jauh.
Peluncuran ini menjadi langkah strategis RS MMC dalam menjawab tantangan dunia medis yang kian kompleks, termasuk meningkatnya kasus penyakit degeneratif dan kanker, serta tuntutan pasien terhadap prosedur bedah yang lebih aman dan minim risiko.
Inovasi ini menegaskan komitmen RS MMC dalam mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia menuju standar internasional yang menitikberatkan pada keselamatan pasien, akurasi tindakan medis, dan peningkatan kualitas hidup pascaoperasi.
Direktur Utama RS MMC, dr. Isnindyarti, MKM, menegaskan bahwa kehadiran layanan bedah robotik bukan sekadar penambahan teknologi, melainkan perubahan mendasar dalam filosofi pelayanan rumah sakit.
“Ini bukan hanya soal alat canggih, tetapi lompatan besar dalam cara kami merawat pasien. Dengan teknologi ini, kami menghadirkan masa depan bedah di Indonesia dan mempersempit jarak antara pasien, di mana pun berada, dengan keahlian bedah terbaik. Target kami jelas: hasil maksimal, risiko minimal, serta pemulihan yang lebih cepat agar pasien dapat segera kembali produktif,” ujarnya, Kamis (15/1/2025).
Seiring perkembangan dunia medis, pasien kini tidak hanya menuntut kesembuhan, tetapi juga mengharapkan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi yang lebih rendah, serta masa pemulihan yang singkat. Di sisi lain, sistem kesehatan nasional masih menghadapi tantangan keterbatasan distribusi dokter subspesialis dan kebutuhan penanganan kasus kompleks secara cepat dan tepat.
Teknologi Robotic Tele-Surgical System hadir sebagai solusi konkret atas tantangan tersebut. Sistem ini memungkinkan tindakan bedah dilakukan secara minimal invasif dengan akurasi tinggi, serta membuka peluang kolaborasi lintas wilayah tanpa terhalang jarak geografis.
“Dengan demikian, standar perawatan bedah tidak lagi ditentukan oleh lokasi, melainkan oleh kualitas keahlian dokter dan presisi teknologi,” ungkap Istnindyarti.
Mengusung tema “The First Next-Gen Robotic Surgery: World-Class Precision within Your Reach”, teknologi ini dilengkapi visualisasi tiga dimensi berdefinisi tinggi, presisi hingga tingkat sub-milimeter, serta instrumen yang memiliki fleksibilitas gerak melampaui kemampuan tangan manusia.
Keunggulan tersebut memungkinkan prosedur bedah kompleks dilakukan dengan trauma jaringan minimal, sehingga menurunkan risiko komplikasi dan mempercepat proses pemulihan pasien.
Bagi pasien di berbagai daerah, khususnya yang membutuhkan penanganan kasus kompleks atau tinggal jauh dari pusat rujukan medis, kehadiran bedah robotik berbasis telesurgery membuka akses terhadap layanan berstandar global yang sebelumnya sulit dijangkau.
Selain meningkatkan peluang keberhasilan tindakan medis, teknologi ini juga mengurangi beban fisik, psikologis, dan logistik yang kerap dihadapi pasien serta keluarga.
“Sebagai bentuk komitmen memperluas akses masyarakat terhadap teknologi medis mutakhir, RS MMC juga menghadirkan penawaran khusus bagi 25 kasus pertama pengguna layanan Bedah Robotik ini,” ungkap Istnindyarti.
Dengan menghadirkan teknologi tersebut, RS MMC tidak hanya memperkuat posisinya sebagai rumah sakit yang adaptif terhadap perkembangan medis global, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan nasional serta mendorong Indonesia menuju pusat layanan kesehatan berstandar internasional di kawasan regional.
Peluncuran layanan ini turut dimeriahkan dengan demonstrasi Live Surgery oleh dr. Febiansyah Ibrahim, Sp.B, Subsp.BD(K) dan dr. Caroline Supit, Sp.B, yang menunjukkan kemampuan nyata teknologi bedah robotik dalam praktik klinis.
Acara dilanjutkan dengan diskusi panel bersama Prof. dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp.U(K), FICRS, PhD dan dr. Gerhard Reinaldi Situmorang, Sp.U-K, PhD, yang membahas peran robotik dan telesurgery dalam meningkatkan keselamatan pasien, efektivitas tindakan medis, serta kualitas hidup jangka panjang.[mut]













