Faktaserang.id – Istana Merdeka menjadi saksi pertemuan bersejarah antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada Kamis (19/03).
Pertemuan yang berlangsung selama lebih dari dua jam tersebut kental dengan suasana kekeluargaan dan diskusi mendalam mengenai masa depan bangsa.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengonfirmasi bahwa dalam agenda penting tersebut, Megawati turut didampingi oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Reuni “Teman Lama” dan Diskusi Strategis
Hasto mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar agenda formal kenegaraan, melainkan pertemuan antara dua sahabat lama yang memiliki visi besar untuk Indonesia.
“Ibu (Megawati) menyampaikan kepada saya bahwa itu adalah pertemuan teman lama dan berlangsung secara akrab selama lebih dari 2 jam,” ujar Hasto dalam keterangan resminya di Jakarta.
Meski berlangsung cair, pembahasan tetap menyentuh isu-isu fundamental, mulai dari krisis nasional hingga tantangan global. Hasto menyebut pengalaman Megawati dalam memimpin Indonesia melewati masa sulit menjadi salah satu topik utama.
“Pengalaman Ibu Megawati yang sangat luas, terutama sebagai Presiden Kelima RI yang mampu menyelesaikan krisis multidimensional, termasuk berbagai pendekatan kebijakan yang selalu menekankan pentingnya sense of priority dan sense of urgency, menjadi salah satu hal yang didiskusikan dalam pertemuan tersebut,” papar Hasto.
Menyoroti Geopolitik dan Politik Luar Negeri
Selain persoalan domestik, kedua tokoh bangsa ini juga bertukar pikiran mengenai posisi tawar Indonesia di kancah internasional. Diskusi mencakup sejarah kepeloporan Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) hingga Gerakan Non-Blok.
Hasto menambahkan bahwa Megawati juga membagikan catatan dari perjalanan diplomatiknya baru-baru ini.
“Pada kesempatan yang sangat bagus tersebut, Ibu Megawati juga menceritakan kunjungan terakhir Beliau ke Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia,” imbuhnya.
Komitmen Gotong Royong untuk Rakyat
Menanggapi spekulasi mengenai sikap politik PDI Perjuangan pasca-pertemuan, Hasto menegaskan bahwa dialog antar-pemimpin adalah representasi dari budaya luhur bangsa Indonesia yang mengedepankan musyawarah.
Menurutnya, pertemuan ini murni dilakukan demi stabilitas dan kemajuan Indonesia di atas kepentingan golongan.
“Selain sesuai dengan kultur bangsa untuk saling berdialog, bermusyawarah, pertemuan (Megawati-Prabowo) juga ditujukan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” pungkas Hasto Kristiyanto.













