FAKTASERANG.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi mengalihkan fokus pengamanan transportasi dari arus mudik ke arus balik Lebaran 1447 H.
Penyeberangan lintas Sumatra-Jawa (Bakauheni-Merak) menjadi titik krusial yang akan mendapatkan pengawalan ketat guna menjamin kelancaran pergerakan masyarakat.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa evaluasi atas puncak arus mudik yang jatuh pada 18 Maret lalu menjadi dasar penyempurnaan taktik di lapangan.
“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini, fokus kita adalah memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat serta strategi yang lebih matang,” ujar Menhub Dudy usai memimpin rapat koordinasi di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry, Merak, Senin (23/3/2026).
Percepatan Bongkar Muat dan Kapasitas Dermaga
Salah satu poin utama dalam strategi arus balik kali ini adalah optimalisasi mekanisme Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB).
Jika sebelumnya mekanisme ini baru mencapai 3 hingga 4 dermaga, Menhub menginstruksikan perluasan hingga 6 dermaga saat terjadi lonjakan volume kendaraan.
“Penerapan TBB harus lebih responsif terhadap dinamika di lapangan. Jika terjadi lonjakan, harus bisa segera diberlakukan secara optimal. Setiap catatan selama arus mudik harus segera kita perbaiki. Jangan menunggu masalah membesar,” tegas Menhub.
Selain itu, pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan Panjang–Krakatau Bandar Samudra (KBS) telah disiagakan sebagai katup pengaman jika terjadi penumpukan kendaraan di dermaga utama.
Pengawasan Teknologi Drone dan Sistem Penyangga
Untuk mendeteksi antrean secara akurat di wilayah Bakauheni, Kemenhub memperkuat pemantauan real-time menggunakan drone.
Di area hulu, mekanisme delaying system akan dimaksimalkan melalui optimalisasi buffer zone dan rest area yang bekerja sama dengan Korlantas Polri.
Kemenhub juga menyoroti titik-titik rawan macet di luar pelabuhan, seperti area penjual oleh-oleh di sekitar turunan flyover, yang sering menjadi pemicu hambatan arus.
Perang Melawan Calo: Satu NIK Satu Tiket
Dalam hal digitalisasi layanan, radius zona pembelian tiket melalui aplikasi Ferizy akan diperluas hingga lebih dari 4 km dari pelabuhan.
Langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan kendaraan yang mencoba membeli tiket di pintu masuk.
Menhub juga memberikan peringatan keras terkait praktik ilegal yang merugikan pemudik. Prinsip satu NIK untuk satu tiket akan diberlakukan secara ketat.
“Tidak boleh ada ruang untuk praktik percaloan. Sistem harus menjamin keadilan, ketertiban, dan kemudahan bagi masyarakat. Kita pastikan seluruh layanan berjalan selamat, aman, dan tertib sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan nyaman,” tutup Dudy.













