Allianz Perluas Dampak Eco Enzyme: Libatkan Guru, Murid dan Orang Tua Kelola Sampah

Program upscaling Eco Enzyme Allianz Indonesia sudah libatkan ribuan siswa dari ratusan sekolah/Dok. Ist.

FAKTASERANG.ID – Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui Program Eco Enzyme.

Inisiatif yang menjadi bagian dari pilar Corporate Social Responsibility (CSR) Allianz Indonesia di bidang lingkungan ini telah berjalan sejak 2022 dan terus berkembang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah organik secara lebih bertanggung jawab.

Ketua Yayasan Allianz Peduli, Ni Made Daryanti, menjelaskan bahwa program Eco Enzyme awalnya berfokus pada edukasi dan pendampingan pengolahan limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan potongan sayuran menjadi cairan Eco Enzyme melalui proses fermentasi alami.

Seiring berjalannya waktu, program tersebut terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas dan dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Berawal dari pelatihan dan pendampingan dalam mengolah sisa kulit buah dan potongan sayur menjadi cairan Eco Enzyme, program ini kemudian dikembangkan ke tahap upscaling agar manfaatnya semakin dekat dengan kebutuhan sehari-hari,” ujar Ni Made dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Pada tahun 2026, Allianz Indonesia mengarahkan fokus program ke tahap upscaling atau peningkatan nilai guna hasil olahan Eco Enzyme. Langkah ini bertujuan mendorong terciptanya produk yang lebih bermanfaat sekaligus memiliki potensi nilai ekonomi bagi komunitas, khususnya lingkungan sekolah.

Sebagai bagian dari program tersebut, Allianz Indonesia menyelenggarakan kegiatan upscaling Eco Enzyme di dua sekolah dasar negeri di Jakarta, yakni SDN Rawamangun 02 pada 13 Mei 2026 dan SDN Pondok Kopi 02 pada 19 Mei 2026.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa sampah organik tidak hanya dapat diolah menjadi cairan serbaguna, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum memasuki tahap pengolahan lanjutan, kelompok kerja yang terdiri dari guru, siswa, dan orang tua murid mengumpulkan limbah organik berupa kulit buah dan sisa sayuran untuk difermentasi selama tiga bulan dalam wadah tertutup.

Setelah proses fermentasi selesai, cairan Eco Enzyme dipanen dan dapat dimanfaatkan sebagai pembersih lantai, pencuci piring, penghilang bau, pengusir serangga, hingga pupuk tanaman.

Menariknya, Allianz Indonesia juga mengedukasi peserta mengenai pemanfaatan ampas hasil fermentasi yang selama ini sering dianggap limbah. Dalam program upscaling tahun ini, ampas Eco Enzyme diolah menjadi dua produk sederhana namun bernilai guna, yaitu bantal terapi dan pengharum ruangan alami.

Bantal terapi dibuat dari ampas fermentasi kulit buah dan sayuran yang dapat dimanfaatkan sebagai kompres alami sekaligus memberikan efek relaksasi aromaterapi.

Sementara itu, pengharum ruangan dibuat dari ampas yang telah dikeringkan dan dikemas dalam kantong kain berpori sehingga menghasilkan aroma alami yang menyegarkan.

Menurut Ni Made, pendekatan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah organik tidak harus rumit. Dengan edukasi yang tepat dan praktik sederhana, masyarakat dapat mengubah limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat bahkan berpotensi memiliki nilai ekonomi.

Program ini juga melibatkan seluruh ekosistem sekolah, mulai dari guru, siswa, komite sekolah, hingga orang tua murid. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk membangun kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dini agar dapat diterapkan secara berkelanjutan baik di sekolah maupun di rumah.

Inisiatif tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber. Allianz Indonesia berharap program Eco Enzyme dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

“Melalui program Eco Enzyme, kami ingin mendorong masyarakat, termasuk komunitas sekolah, untuk melihat bahwa sampah organik memiliki nilai guna ketika dikelola dengan tepat. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang nilai tambah yang bermanfaat bagi komunitas,” ujar Ni Made.

“Bagi Allianz Indonesia, Program Eco Enzyme merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung praktik waste management yang berkelanjutan melalui edukasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bernilai,” pungkasnya.[zul]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *