DPR Apresiasi Alokasi BLT Tambahan Rp30 Triliun

Ilustrasi penyaluran BLT/net.

FAKTASERANG – Langkah pemerintah untuk mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp30 triliun untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) mendapat sambutan positif dari parlemen. Bantuan ini akan menyasar lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Apresiasi ini disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah, di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Charles menilai kebijakan tersebut adalah upaya konkret pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Bantuan ini dianggap sebagai bantalan sosial yang krusial, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi menjelang akhir tahun 2025.

Jaga Daya Beli Rakyat Kecil

“Di tengah tantangan ekonomi global dan domestik, keputusan pemerintah memperkuat perlindungan sosial melalui BLT tambahan adalah langkah yang patut diapresiasi,” kata Charles.

Menurutnya, ini adalah bukti kehadiran negara untuk memastikan rakyat kecil dapat bertahan dan tetap berdaya. Diketahui, program tambahan senilai Rp900.000 per KPM ini telah dimulai penyalurannya sejak Senin, 20 Oktober 2025. Program ini merupakan tambahan dari program Kartu Sembako atau BLT Reguler yang sudah berjalan.

Pesan Akuntabilitas dan Kemandirian

Meski mengapresiasi, legislator Partai NasDem ini memberikan beberapa catatan penting agar program berjalan efektif dan akuntabel. Charles mendorong pemerintah memastikan program tersebut tepat sasaran melalui penggunaan Data Sosial Ekonomi Nasional (DSEN) yang valid dan mutakhir.

“Setiap rupiah yang dikeluarkan negara harus tepat guna dan tepat sasaran. Data yang kuat adalah fondasi utama agar bantuan benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan,” jelasnya. Ia mengingatkan pentingnya meminimalisasi risiko tumpang tindih, duplikasi, maupun kesalahan sasaran penerima.

Charles juga berharap BLT ini tidak hanya menjadi respons jangka pendek. “Kita berharap adanya transformasi, bagaimana bantuan ini bisa menjadi awal dari kemandirian keluarga, dengan dukungan program pendampingan yang terintegrasi,” pungkasnya.[dit]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *