Lonjakan Penerbangan Menuju Lebaran, Apakah Pasokan Bahan Bakar Aman?

PT pertamina tegaskan, bahan bakar pesawat aman untuk persiapan lebaran. (Dok. Ist)

FAKTASERANG.ID — Lonjakan penerbangan saat Ramadan dan Idulfitri selalu memicu satu pertanyaan penting: apakah pasokan bahan bakar pesawat benar-benar aman?

Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, gangguan sekecil apa pun di sektor aviasi bisa berdampak besar pada jadwal penerbangan nasional.

Menjawab kekhawatiran itu, PT Pertamina (Persero) memastikan stok dan kualitas Avtur dalam kondisi aman. Hal tersbeut ditegaskan pihak Pertamina pada acara Kunjungan Pimpinan Redaksi Media Massa ke AFT Halim, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Salah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah AFT Halim Perdanakusuma, terminal bahan bakar penerbangan strategis yang memasok kebutuhan maskapai, charter, hingga TNI Angkatan Udara.

Build-Up Stok Dilakukan Sebelum Puncak Arus Mudik

Pertamina tidak menunggu hingga lonjakan terjadi. Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyampaikan bahwa build-up stok Avtur sudah dilakukan bahkan sebelum Satgas Ramadan dan Idulfitri resmi berjalan.

Artinya, penambahan cadangan dilakukan lebih awal untuk memastikan distribusi tetap stabil saat frekuensi penerbangan meningkat drastis.

 

“Kondisi stok Avtur dalam posisi aman. Ketersediaan pasokan telah kami tingkatkan sebelum periode puncak,” katanya dalam keterangan tertulisnya yang dikutip redaksi, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga: Pertamina Teken MoU Energi dengan Halliburton di Washington

Strategi ini menjadi langkah preventif agar maskapai tidak mengalami hambatan operasional saat permintaan penerbangan melonjak.

Sementara itu, VP Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi, menjelaskan bahwa AFT Halim merupakan salah satu dari 75 Aviation Fuel Terminal yang dikelola Pertamina secara nasional.

Secara kapasitas, terminal ini termasuk yang terbesar di Jawa Bagian Barat dan masuk enam besar nasional.

Yang menarik, lebih dari 30 persen distribusi Avtur di Halim melayani kebutuhan khusus, termasuk penerbangan militer dan VVIP.

Artinya, standar keamanan dan kualitas yang diterapkan harus berada di level tertinggi.

AFT Halim didukung oleh:

  • Empat tangki penyimpanan berkapasitas hingga 8.000 KL
  • Tujuh mobil refueler yang siaga setiap hari
  • Sistem pengujian mutu berlapis

Kesiapan infrastruktur ini menjadi fondasi utama menjaga kelancaran distribusi Avtur di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Empat Tahap Uji Ketat Sebelum Avtur Masuk ke Pesawat

Isu kualitas bahan bakar sering kali menjadi perhatian publik. Karena itu, Pertamina membuka proses pengawasan mutu yang dilakukan secara detail.

Aviation Fuel Terminal Manager Halim, Irine Yuliana, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan berlapis sejak dari kilang hingga sebelum pengisian ke tangki pesawat.

Tahapan tersebut meliputi:

  • Visual Appearance Check: Memastikan Avtur bebas dari partikel padat dan air tersuspensi melalui clear & bright test.
  • Chemical Water Detector (CWD): Mendeteksi kandungan air yang tidak terlihat secara kasat mata.
  • Density & Membrane Test: Mengidentifikasi potensi kontaminasi fraksi lain serta partikel padat mikroskopis.
  • Conductivity Unit Test: Menilai kemampuan bahan bakar dalam menghantarkan listrik untuk mencegah risiko percikan statis saat pengisian.

Seluruh prosedur tersebut mengacu pada standar internasional industri penerbangan.

 

“Quality control kami lakukan secara ketat dan konsisten agar Avtur yang diterima konsumen tetap prima,” tegas Irine.

Kenapa Kualitas Avtur Sangat Krusial?

Dalam industri penerbangan, kualitas bahan bakar bukan hanya soal performa mesin, tetapi juga soal keselamatan. Kontaminasi kecil sekalipun dapat berdampak pada sistem bahan bakar pesawat.

Karena itu, pengawasan dari hulu ke hilir menjadi kunci. Mulai dari produksi di kilang, distribusi, penyimpanan, hingga proses refueling, seluruhnya berada dalam sistem kontrol yang terintegrasi.

 

Momentum Lebaran menjadi periode pengujian nyata bagi ketahanan sistem ini.

 

Bukan Sekadar Stok, Tapi Ketahanan Energi Nasional

Selain memastikan kelancaran distribusi Avtur, Pertamina juga menegaskan komitmennya terhadap target Net Zero Emission 2060 dan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG).

Artinya, operasional tidak hanya fokus pada volume pasokan, tetapi juga pada tata kelola, keberlanjutan, dan transparansi.

Dengan build-up stok lebih awal, infrastruktur yang memadai, serta pengujian kualitas berlapis sesuai standar internasional, Pertamina menegaskan bahwa pasokan Avtur berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Lonjakan penerbangan memang tak terhindarkan, namun kesiapan sistem menjadi faktor penentu agar operasional tetap berjalan lancar.

Baca Juga: Korupsi Pertamina Rp193 Triliun: Alumni Muda PMII Ajukan Diri Jadi ‘Sahabat Pengadilan’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *