FAKTASERANG.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi dingin peringatan mengenai ancaman resesi yang disebut-sebut membayangi perekonomian Indonesia pada kuartal II 2026.
Purbaya secara tegas membantah kekhawatiran tersebut dan memastikan kondisi ekonomi nasional saat ini masih berada dalam fase ekspansi yang kuat.
Pernyataan ini merespons analisis Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, yang sebelumnya memberikan peringatan terkait potensi kelesuan ekonomi.
Ekonomi Masih Akselerasi
Saat meninjau aktivitas ekonomi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (9/3), Menkeu menegaskan bahwa indikator ekonomi Indonesia tidak menunjukkan tanda-tanda kontraksi.
Baca Juga: Target Pertumbuhan 8 Persen, Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dorong Kampus Jadi Motor Ekonomi Kreatif
“Jangankan krisis, resesi saja belum. Melambat saja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi,” kata Purbaya kepada wartawan.
Purbaya juga menyoroti pergerakan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka Rp17.000.
Menurutnya, pelemahan tersebut bukan semata karena faktor fundamental, melainkan dipengaruhi oleh sentimen pasar yang muncul akibat pernyataan spekulatif sebagian ekonom.
“Rupiah Rp17.000 karena sebagian ekonom bilang katanya kita lagi resesi, seperti 97-98 lagi. Begitulah, daya beli sudah hancur,” ujar Purbaya.
Belajar dari Sejarah Krisis
Menkeu meminta para investor di pasar saham dan pelaku ekonomi untuk tidak panik.
Ia menekankan bahwa pemerintah Indonesia memiliki rekam jejak yang teruji dalam memitigasi berbagai guncangan ekonomi global di masa lalu.
Purbaya mencontohkan ketahanan Indonesia saat krisis keuangan global tahun 2008, di mana ekonomi nasional tetap tumbuh positif di tengah kontraksi banyak negara lain.
Pengalaman pahit pada krisis 1997-1998 serta tantangan pandemi 2020 dijadikan modal penting dalam menjaga stabilitas saat ini.
“Jadi teman-teman tidak perlu takut, kita punya pengalaman memitigasi… yang jelas dengan pengalaman 97-98, 2008 dan 2020 kita bisa mengatasi pertumbuhan ekonominya,” pungkas Purbaya.
Pemerintah optimistis bahwa dengan fondasi ekonomi yang kuat dan strategi mitigasi yang tepat, Indonesia akan tetap berada di jalur pertumbuhan meski di tengah ketidakpastian global.













