FAKTASERANG.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Serang memasang target tinggi dalam seleksi Calon Paskibraka (Capaska) tahun 2026. Setelah berhasil mencetak hattrick dengan mengirimkan perwakilan ke tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut, tahun ini Kabupaten Serang membidik pengiriman satu pasang (putra dan putri) ke istana.
Plt Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Serang, Dik Dik Abdul Hamid, menyatakan optimismenya agar putra daerah kembali mengukir prestasi di level tertinggi.
“Tahun ini kita ada target minimal satu pasang, selama ini kan satu orang bertahun-tahun hetrik ke tingkat nasional. Tentunya dengan keterbatasan kami mudah–mudahan tercapai,” ujar Dik Dik, Rabu (4/3/2026).
Tahapan Seleksi Berbasis Digital
Baca Juga: MTs Yusufiyah Lubang Buaya Perkuat Pendidikan Gratis Lewat Kompetisi Pelajar 2026
Proses seleksi saat ini telah memasuki tahap penerimaan pendaftaran dan verifikasi administrasi. Dik Dik menjelaskan bahwa sistem seleksi kini lebih modern dengan memanfaatkan teknologi.
“Seleksinya melalui CAT (Computer Assisted Test) yah, melalui web,” tuturnya. Rangkaian seleksi akan berlanjut setelah masa libur Lebaran, yang meliputi pemeriksaan kesehatan dan tes fisik lainnya.
Peluang Lebih Besar dengan Penambahan Kuota
Senada dengan Dik Dik, Kepala Bidang Ideologi Pancasila Wawasan Kebangsaan (Ekososbud) dan Agama Bakesbangpol Kabupaten Serang, Anton Hermawanto, menyebutkan adanya perubahan kuota pengiriman ke tingkat provinsi yang memperbesar peluang ke tingkat nasional.
“Untuk seleksinya hampir sama, cuma yang membedakan Kabupaten mengirim 8 pasang, yang biasanya 5 pasang, di dalamnya nasional,” jelas Anton.
Dengan kewajiban mengirimkan 8 pasangan tersebut, ia menilai secara hitung-hitungan peluang Kabupaten Serang jauh lebih terbuka.
“Kalau ngelihat sekarang 8 pasang kita punya cita-cita satu pasang lolos tingkat nasional,” tambahnya.
Ratusan Pendaftar Gugur di Tahap Administrasi
Antusiasme pelajar di Kabupaten Serang tergolong tinggi. Tercatat ada sekitar 700 hingga 800 lebih pendaftar pada tahun ini. Namun, seleksi administrasi yang ketat membuat jumlah peserta menyusut drastis.
“Tapi memang setelah kita verifikasi nyusut jadi 500, karena ada beberapa faktor seperti tidak adanya persetujuan orang tua, dia tidak melampirkan surat kesehatan dari Puskesmas, kemudian harus kelas 10,” ungkap Anton.
Guna mengejar target tersebut, Bakesbangpol berkomitmen untuk memperkuat pola pembinaan bagi para peserta yang lolos, meskipun waktu yang tersedia cukup terbatas sebelum seleksi tingkat Provinsi dimulai pada 1 Mei mendatang.













