Ekonomi Pandeglang Mengeliat: Perputaran Uang Sektor Wisata Tembus Rp20 Miliar Selama Libur Lebaran 2026

/Dok. Kompas.com

FAKTASERANG.ID – Sektor pariwisata di Kabupaten Pandeglang menunjukkan taringnya pada musim libur Lebaran 2026.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang mencatat perputaran uang di wilayah tersebut diperkirakan telah mencapai angka Rp20 miliar hanya dalam waktu lima hari.

Lonjakan ekonomi ini dipicu oleh membludaknya jumlah wisatawan yang hingga kini tercatat telah menembus angka 200 ribu orang.

Kepala Disparbud Pandeglang, Rahmat Zultika, menjelaskan bahwa angka tersebut didapat dari asumsi pengeluaran rata-rata pengunjung.

“Kalau diasumsikan satu orang mengeluarkan uang Rp100 ribu, berarti uang yang berputar sekitar Rp20 miliar,” kata Rahmat kepada Radar Banten, Kamis (2/4/2026).

Efek Domino Ekonomi

Rahmat memaparkan bahwa perputaran uang tersebut tidak hanya terkonsentrasi di dalam area objek wisata, melainkan menyebar ke berbagai sektor pendukung lainnya.

Dampak ekonomi ini dirasakan mulai dari pedagang kecil hingga pengusaha transportasi.

“Perputaran uang itu dari banyak aktivitas, mulai beli bensin, oleh-oleh, makan minum, sampai kebutuhan lain selama perjalanan wisata,” ujarnya.

Hingga hari kelima libur Lebaran, destinasi wisata pantai masih menjadi magnet utama bagi para pelancong. Meski angka kunjungan sudah menyentuh 200 ribu, pihak pemerintah optimistis jumlah ini akan terus merangkak naik mengingat masa libur sekolah yang masih panjang.

“Ini kan belum berakhir liburannya. Masih ada libur sekolah, jadi biasanya kita hitung sampai akhir liburan Lebaran,” ucap Rahmat.

Kontribusi terhadap PAD

Terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), pihak Disparbud mengaku belum melakukan penghitungan secara rinci.

Hal ini dikarenakan adanya pemisahan antara sektor retribusi yang dikelola Disparbud dan pajak yang dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

“Kalau yang retribusi itu dari objek wisata yang memang masuk ke kita, seperti Cisolong dan Cikoromoy. Kalau pajak masuknya ke Bapenda, bukan ke kita,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya total kunjungan mencapai angka 400 ribu orang hingga akhir masa libur. Rahmat berharap tren positif ini terus berlanjut, namun tetap memberikan imbauan penting bagi para wisatawan.

“Tahun lalu sampai akhir libur Lebaran itu sekitar 400 ribuan pengunjung. Saya berharap wisata Pandeglang terus berkembang, tapi pengunjung juga harus memperhatikan aspek keselamatan dan kebersihan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *