Harga Plastik Melonjak 100 Persen, Pramono Anung Ajak Warga Jakarta Balik ke Bungkus Tradisional

/Dok. Harianterbit

FAKTASERANG.ID – Lonjakan harga plastik yang mencapai angka 100 persen di pasar domestik memicu respons dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai fenomena ini harus dijadikan momentum bagi masyarakat untuk beralih dari ketergantungan pada plastik.

Kenaikan drastis ini diketahui dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memanas pada April 2026. Harga plastik kresek yang semula Rp10 ribu kini meroket menjadi Rp15 ribu per pak, sementara jenis plastik lainnya rata-rata mengalami kenaikan Rp5 ribu per bungkus.

Inovasi Substitusi Plastik

Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa meskipun regulasi harga berada di tangan Pemerintah Pusat, dampak kenaikan ini sangat terasa bagi warga Jakarta. Oleh karena itu, ia mendorong munculnya inovasi pengganti wadah plastik.

“Kami harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik ini kan pelan-pelan harus dikurangi. Harus ada substitusinya,” ujar Pramono saat memberikan keterangan di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Kembali ke Bungkus Daun Pisang

Pria yang akrab disapa Pram ini menyebutkan bahwa cara-cara lama yang lebih ramah lingkungan bisa menjadi solusi konkret di tengah mahalnya harga material plastik saat ini.

Menurutnya, penggunaan bahan alami seperti daun pisang dapat mengurangi beban ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

“Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban. Maka, untuk itu, ya, kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional pakai bungkus, daun pisang, dan sebagainya,” imbuh Pramono.

Faktor Geopolitik Global

Berdasarkan laporan terkini, lonjakan harga plastik di Indonesia berkisar antara 30 hingga 70 persen, bahkan beberapa jenis mencapai 100 persen.

Hal ini merupakan efek domino dari konflik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok global.

Pemerintah Pusat dikabarkan tengah menyiapkan langkah strategis untuk menstabilkan harga bahan baku plastik dan komoditas lainnya guna mengantisipasi dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *