FAKTASERANG.ID – Meskipun kondisi ekonomi domestik saat ini tergolong stabil, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan keras kepada industri jasa keuangan nasional untuk tetap waspada.
Ketegangan geopolitik yang kembali memanas di Timur Tengah, khususnya keterlibatan Iran, Israel, hingga Amerika Serikat, dianggap menjadi tantangan serius bagi volatilitas pasar global di awal tahun 2026.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa penguatan manufaktur dan kepercayaan konsumen memang memberikan angin segar. Namun, kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan konflik bersenjata dapat memicu fragmentasi geoekonomi.
Hal ini berpotensi mengganggu rantai pasok dan menciptakan sentimen negatif yang bisa merembet ke stabilitas nilai tukar serta pasar saham dalam negeri jika tidak diantisipasi sejak dini.
Sebagai langkah mitigasi, OJK mendesak perbankan dan lembaga keuangan lainnya untuk memperketat manajemen risiko. Para pelaku industri diminta untuk terus memantau kondisi debitur yang mungkin terdampak secara tidak langsung oleh situasi global.
Antisipasi ini sangat krusial agar gejolak di pasar keuangan eksternal tidak mengganggu likuiditas dan ketahanan sektor keuangan nasional di tengah ketidakpastian dunia yang makin kompleks.













