Benturan Blok Barat dan Timur di Selat Malaka, RI Harus Bersiap

/Dok. Koran Sulindo

FAKTASERANG.ID – Dunia internasional kini menyoroti titik didih baru di kawasan Asia Tenggara. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu blokade di Selat Hormuz mulai memberikan efek domino ke Selat Malaka.

Sebagai urat nadi distribusi energi global, posisi Indonesia kini berada di tengah pusaran kepentingan negara-negara besar yang saling berbenturan dalam mengamankan jalur logistik mereka.

Pengamat geopolitik Amir Hamzah, dilansir pada Senin, 20 April 2026, memperingatkan bahwa tekanan di Hormuz secara otomatis menggeser pusat perhatian dunia ke Selat Malaka.

Jalur ini bukan lagi sekadar lintasan perdagangan, melainkan “titik syaraf” yang menentukan stabilitas ekonomi global. Ketika akses di Timur Tengah terganggu, jalur pelayaran menuju Asia Timur menjadi medan tarung baru bagi dominasi kekuatan maritim.

Langkah tegas Presiden Donald Trump yang memerintahkan pencegatan kapal terkait Iran menandai perubahan paradigma dari diplomasi menuju kontrol langsung di laut internasional. Hal ini menjadi ujian serius bagi kedaulatan dan posisi strategis Indonesia.

Sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di area tersebut, Indonesia dituntut jeli membaca arah intelijen strategis agar tidak terjepit dalam kontestasi terbuka antara blok Barat dan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *