Sinergi Kementan-TNI: Babinsa Turun Tangan Hidupkan 870 Ribu Hektare Lahan Tidur

/Dok. Kementan

FAKTASERANG.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektoral, terutama bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), menjadi kunci utama percepatan swasembada pangan nasional.

Hal ini disampaikan Mentan saat memberikan pembekalan dalam Rapat Koordinasi Teritorial TNI Tahun Anggaran 2026 di Mabes TNI, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Amran mengapresiasi kedisiplinan dan kecepatan gerak prajurit TNI yang selama ini membantu eksekusi program strategis di lapangan, termasuk distribusi alat mesin pertanian ke wilayah terpencil.

“Disiplin, kerja keras, dan kesiapan melaksanakan tugas adalah karakter kuat TNI yang sangat membantu percepatan program pertanian. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI di Indonesia. Swasembada yang kita capai hari ini tidak lepas dari kontribusi TNI di seluruh wilayah,” ujar Amran.

Logistik Udara dan Efisiensi Program

Baca Juga: Maksimalkan Ekspor Produk Unggas Rp18,2 Miliar, Kementan Sasar Pasar Singapura hingga Jepang

Mentan menceritakan salah satu bukti nyata sinergi tersebut saat pengiriman 100 unit traktor dari Solo ke Merauke yang berhasil dilakukan tepat waktu berkat dukungan armada udara TNI.

“Waktu itu kami membawa 100 unit traktor dari Solo untuk Merauke. Ketika kami sampaikan kepada TNI, mereka langsung menyatakan siap membantu. Traktor itu akhirnya diangkut menggunakan pesawat Hercules dan tiba tepat waktu saat kami mendampingi Presiden melakukan kunjungan. Itu luar biasanya TNI,” ungkapnya.

Program Strategis 870 Ribu Hektare

Dalam upaya mengejar target swasembada yang dipercepat oleh Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran hampir Rp10 triliun.

Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan komoditas perkebunan di lahan-lahan tidur seluas 870 ribu hektare yang melibatkan peran aktif Babinsa di seluruh Indonesia.

Komoditas yang menjadi fokus utama meliputi kelapa, kakao, mete, kopi, dan lada.

Pemerintah menyediakan bibit secara gratis bagi masyarakat dan personel TNI yang mampu mengaktivasi lahan tidak produktif.

“Kami tawarkan program ini untuk seluruh Babinsa di Indonesia. Jika ada lahan yang bisa dibangunkan, kami siapkan tanamannya secara gratis. Ini bagian dari upaya menggerakkan seluruh anak bangsa untuk memanfaatkan lahan tidur dan membangun pertanian nasional,” tegas Amran.

Visi Hilirisasi Pertanian

Selain fokus pada produksi hulu, Mentan Amran menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi.

Ia mencontohkan komoditas kelapa yang kini memiliki potensi besar sebagai produk olahan seperti coconut milk di pasar global.

“Kalau Indonesia ingin menjadi negara superpower, kita harus masuk ke hilirisasi di semua sektor, termasuk pertanian. Kita tidak boleh hanya menjual bahan mentah, tetapi harus mengolahnya agar nilai tambahnya meningkat. Inilah yang sedang kita dorong agar pertanian Indonesia tidak hanya kuat di produksi, tetapi juga kuat di hilirisasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *