Daerah  

Jakarta Dikepung Banjir, Warga Pejaten Barat Mulai Mengungsi ke Mushola

/Dok. BPBD

FAKTASERANG.ID – Hujan deras yang mengguyur ibu kota dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air di sejumlah wilayah belum sepenuhnya surut hingga Minggu (8/3/2026) siang.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 12.00 WIB menunjukkan sebanyak 148 RT dan 20 ruas jalan masih terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkapkan bahwa wilayah Jakarta Timur menjadi area terdampak paling parah.

“Wilayah Jakarta Timur tercatat sebagai kawasan dengan jumlah RT terdampak terbanyak yakni 60 RT, disusul Jakarta Selatan sebanyak 55 RT dan Jakarta Barat 33 RT,” jelasnya.

Penyebab dan Sebaran Wilayah

Ketinggian air dilaporkan bervariasi antara 20 cm hingga 150 cm. Selain faktor curah hujan ekstrem, banjir diperparah oleh meluapnya tiga sungai utama—Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Pesanggrahan—serta saluran penghubung yang melebihi kapasitas tampung.

Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem: BPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini

Beberapa ruas jalan protokol dan pemukiman yang terdampak signifikan antara lain:

  • Jakarta Barat: Jl. Daan Mogot KM 13, Jl. Srengseng Raya, Jl. Meruya Selatan, dan Jl. Puri Kembangan.

  • Jakarta Selatan: Jl. Kapten Pierre Tendean, Jl. Ciledug Raya, Jl. Bintaro Permai Raya, dan Jl. Swadarma Raya.

  • Jakarta Pusat: Kawasan Tanah Abang (Jl. Karet Pasar Baru Barat I, Jl. Petamburan II, dan Jl. Bendungan Hilir).

Upaya Penanganan dan Evakuasi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan tim gabungan lintas dinas untuk mempercepat penyurutan air di lokasi terdampak.

“BPBD DKI Jakarta berkoordinasi dengan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” ujar Isnawa Adji dalam keterangannya.

Dampak banjir juga mulai memaksa warga untuk meninggalkan rumah. Di Kelurahan Pejaten Barat, tercatat sebanyak 46 kepala keluarga atau sekitar 72 jiwa telah mengungsi ke Mushola Al Inayah.

Imbauan Darurat 24 Jam

Mengingat cuaca yang masih fluktuatif, Isnawa meminta warga yang tinggal di daerah aliran sungai dan titik rawan banjir untuk tetap waspada.

“BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *