FAKTASERANG.ID – Cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Banten mengakibatkan sedikitnya 20 titik di Kota Serang terendam banjir sejak Minggu (8/3/2026).
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, sebanyak 6.763 jiwa terdampak langsung, sementara empat rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan serius.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengungkapkan bahwa bencana ini merupakan akumulasi dari curah hujan tinggi dan buruknya infrastruktur pembuangan air.
“Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur sejak Minggu dini hari (8/3/2026), diperparah dengan luapan air sungai serta sistem drainase yang tidak berfungsi optimal,” ujar Diat Hermawan, Senin (9/3/2026).
Kasemen Menjadi Titik Terparah
Kecamatan Kasemen tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling masif, mencakup 14 titik banjir. Di Lingkungan Manggerong, Kelurahan Sawah Luhur, ketinggian air yang mencapai satu meter memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka.
“Kondisi terparah terjadi di Lingkungan Manggerong, Kelurahan Sawah Luhur, di mana ketinggian air sempat mencapai satu meter sehingga 22 kepala keluarga harus mengungsi,” tambah Diat.
Selain permukiman, banjir juga melumpuhkan sejumlah fasilitas publik penting, termasuk Puskesmas Kasemen dan Pondok Pesantren Mirbath Syaja’ah Al Akhyar.
Selain Kasemen, beberapa kecamatan lain juga masih berjuang melawan genangan air:
Kecamatan Cipocok Jaya: Kompleks Grand Sutera menjadi titik fokus dengan sekitar 1.950 warga terdampak.
Kecamatan Walantaka: Perumahan Persada Banten masih tergenang air setinggi 20 sentimeter.
Kecamatan Serang: Wilayah seperti Lingkungan Kebaharan Masjid, Lingkungan Domba, dan Perumahan BIP dilaporkan mulai menunjukkan tren air surut.
Respons Darurat dan Evakuasi
BPBD telah mengerahkan personel penuh dan peralatan evakuasi ke titik-titik krusial untuk memastikan keselamatan warga. Tenda darurat telah didirikan untuk menampung pengungsi yang tidak bisa kembali ke rumah mereka.
“Kami juga melakukan pendirian tenda pengungsian untuk memfasilitasi 84 jiwa yang saat ini masih mengungsi, serta melakukan monitoring kontinu melalui BMKG dan Call Center BPBD,” pungkas Diat.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bersiaga di lapangan mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan susulan masih mungkin terjadi di wilayah Banten dan sekitarnya.











