Daerah  

Atasi Banjir Kasemen, Pemprov Banten Bakal Bangun Jembatan Lebih Tinggi di Kroya

Budi Rustandi - Walikota Serang/Dok. Kontras7

FAKTASERANG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten serta Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidanau, dan Cidurian (BBWSC3) melakukan langkah konkret mitigasi banjir.

Salah satu fokus utamanya adalah normalisasi dan peninggian jembatan di lingkungan Kroya, Kecamatan Kasemen.

Langkah ini diambil menyusul kondisi terowongan bawah gorong-gorong Kali Kroya Lama yang telah puluhan tahun tersumbat.

Saat ini, aliran air mulai terbuka setelah dilakukan pembongkaran bangunan liar dan normalisasi di sekitar lokasi.

Instruksi Gubernur untuk Percepatan Penanganan

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan jembatan yang lebih tinggi di kawasan tersebut merupakan instruksi langsung dari Gubernur Banten, Andra Soni.

Peninggian ini bertujuan agar ruang aliran air menjadi lebih besar saat debit air meningkat.

“Nanti di perubahan anggaran Pemerintah Provinsi Banten akan dibuat jembatan yang lebih tinggi supaya air lebih plong. Itu juga atas arahan Gubernur Pak Andra Soni,” kata Budi usai meninjau Kali Kroya Lama di Kecamatan Kasemen, Senin (9/3/2026).

Budi menjelaskan bahwa sumbatan di gorong-gorong tersebut merupakan penyebab utama banjir saat hujan deras.

Selain normalisasi fisik, pemerintah juga mengerahkan tim untuk membersihkan tumpukan sampah secara menyeluruh.

“Sudah puluhan tahun macet. Alhamdulillah sekarang bisa jebol dan airnya mulai mengalir. Nanti kami bereskan sampai lembur. Sampah-sampah hari ini harus diangkut semua,” tegasnya.

Kolaborasi Lintas Instansi

Meskipun penanganan aliran Kali Kroya Lama secara regulasi merupakan kewenangan BBWSC3, Pemprov Banten mengambil langkah diskresi untuk melakukan percepatan demi mengurangi beban dampak bencana di Kota Serang.

“Jadi diambil alih provinsi. Pak Gubernur Andra Soni membantu agar beban kota bisa berkurang. Sekarang sudah dikerjakan dan airnya bisa tembus,” tutur Budi.

Pemerintah juga masih menunggu pembangunan lanjutan di bagian hilir oleh pihak BBWSC3 yang sebelumnya telah menyusun perencanaan penanganan.

Setelah penanganan di Kali Kroya Lama rampung, fokus akan bergeser ke titik rawan banjir lainnya, termasuk kawasan Ciwaka.

“Pak Gubernur nanti akan memanggil pihak BBWSC3 untuk memetakan kembali penanganan normalisasi di wilayah tersebut. Ciwaka nanti dipetakan lagi bersama Pak Gubernur dan BBWSC3,” ujarnya.

Imbauan kepada Masyarakat

Menutup keterangannya, Wali Kota Serang meminta kerja sama dari warga agar keberhasilan normalisasi ini tidak sia-sia akibat perilaku membuang sampah sembarangan yang dapat kembali menyumbat aliran sungai.

“Kami minta masyarakat membantu, jangan buang sampah lagi ke sungai. Nanti akan ada pengerukan supaya alirannya lebih lancar,” pungkas Budi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *