Daerah  

Sidak Jelang Ramadan: Disperindag Cilegon Temukan Produk Kedaluwarsa dan Timbangan Tak Layak

FAKTASERANG.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan toko swalayan pada Jumat (13/3/2026).

Langkah ini diambil guna menjamin keamanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.

​Kepala Disperindag Kota Cilegon, Didin S. Maulana, memimpin langsung pengecekan di beberapa titik strategis, termasuk Pasar Kelapa Blok F.

Fokus utama sidak meliputi ketersediaan barang, kelayakan konsumsi, hingga akurasi alat timbang yang digunakan pedagang.

​“Alhamdulillah tadi pagi sampai siang kami melakukan sidak ke beberapa lokasi, mulai dari pasar hingga toko swalayan. Kami mengecek ketersediaan barang, memastikan produk yang dijual masih layak konsumsi, serta memastikan timbangan yang digunakan sesuai dengan ketentuan,” ujar Didin.

​Temuan Produk Kedaluwarsa dan Masalah Tera

​Dalam penyisiran di salah satu toko swalayan, petugas menemukan produk pangan yang sudah melewati batas masa berlaku.

Temuan ini langsung direspons dengan penyitaan barang dan pemberian sanksi administratif kepada pengelola.

​“Ditemukan produk yoghurt yang sudah kedaluwarsa. Produk tersebut langsung kami amankan dan pihak swalayan kami berikan teguran agar lebih teliti dalam memonitor barang dagangan sehingga produk yang sudah kedaluwarsa tidak dipajang,” tegas Didin.

​Tak hanya soal kualitas produk, perlindungan konsumen juga menyasar akurasi timbangan.

Petugas menemukan alat timbang di salah satu toko yang belum melewati uji kelayakan (tera).

​“Kami juga menemukan timbangan yang belum ditera. Tadi langsung kami minta agar dibawa ke tempat tera supaya disegel dan dinyatakan sesuai ketentuan,” jelasnya.

​Harga Cabai Rawit Merah Melambung Tinggi

​Terkait kondisi harga di lapangan, Didin melaporkan bahwa sebagian besar harga bahan pokok masih dalam batas wajar.

Namun, komoditas cabai rawit merah menjadi perhatian khusus karena harganya yang melonjak tajam hingga menembus angka Rp140 ribu per kilogram di swalayan.

​“Cabai rawit merah masih cukup tinggi. Di Pasar Kelapa tadi hampir mencapai Rp100 ribu per kilogram, sedangkan di Pasar Kranggot sekitar Rp80 ribu per kilogram dan di swalayan bisa sampai Rp140 ribu per kilogram,” ungkap Didin.

​Kenaikan ini disebut murni karena faktor ketersediaan stok di tingkat produsen.

“Kalau cabai memang mengikuti hukum pasar. Ketika suplai sedikit dan kebutuhan meningkat maka harga akan naik. Namun untuk bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng, telur, dan ayam saat ini ketersediaannya masih aman,” lanjutnya.

​Stok Dipastikan Aman Hingga Idulfitri

​Meskipun ada fluktuasi pada komoditas tertentu, Pemerintah Kota Cilegon menjamin masyarakat tidak perlu khawatir mengenai stok pangan hingga hari raya mendatang.

​“Insya Allah kebutuhan pokok masyarakat Cilegon sampai Lebaran tersedia dan aman. Kami juga terus melakukan pemantauan agar distribusi dan harga tetap terkendali,” tutup Didin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *