FAKTASERANG.ID – Karut-marut kerusakan server yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang kini berbuntut panjang.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang memastikan akan memanggil serta mengevaluasi Kepala Diskominfo terkait kelalaian dalam mitigasi sistem teknologi yang menyebabkan hilangnya sejumlah data penting dan informasi publik.
DPRD Soroti Lemahnya Keamanan Siber
Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, menyatakan bahwa pihaknya bersama komisi terkait akan segera meminta penjelasan kronologis atas lumpuhnya situs-situs resmi pemerintah tersebut.
Ia menilai Diskominfo telah lalai menjalankan fungsinya sebagai pusat informasi daerah.
“Evaluasi, karena semua centralnya disitu semua, sehingga kami dengan komisi (Akan Memanggil) mengundang Diskominfo untuk melaksanakan langkah-langkah seperti apa biar tidak terulang lagi,” kata Muji Rohman, Sabtu (28/3/2026).
Muji menekankan bahwa hilangnya dokumen penting mencerminkan rapuhnya sistem pengamanan yang dimiliki Pemkot Serang.
Ia mendesak adanya pengkajian ulang secara menyeluruh terhadap infrastruktur server agar pelayanan publik tidak terus dirugikan.
“Kami memang sudah meminta kepada dinas terkait untuk mengundang. Artinya, melihat dari pada hal ini (Data) sampai hilang begitu kan kelemahan dari website itu,” ujarnya.
“Sehingga kami meminta untuk benar-benar dijaga apalagi itu ada dokumen-dokumen yang memang sangat penting apabila diperlukan. Saya kira memang perlu dikaji ulang untuk keamanan server itu seperti apa nanti kita akan rapatkan,” tuturnya menambahkan.
Sekda Instruksikan Pemulihan Data Strategis
Senada dengan legislatif, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, menegaskan sikap tegasnya untuk mengevaluasi kinerja Kepala Diskominfo.
Menurutnya, masalah server adalah hal krusial yang seharusnya sudah memiliki skema mitigasi sejak awal.
“Pasti, pasti saya evaluasi kadisnya,” ucap Nanang dengan tegas.
Meskipun mengaku tidak memahami detail teknis informatika secara mendalam, Nanang menginstruksikan agar seluruh data strategis yang sempat hilang segera dipulihkan melalui proses pemeliharaan (maintenance).
“Saya sampaikan data strategis agar tidak hilang karena data itu penting, tapi kemarin disampaikan data-data kepegawaian sudah mulai di maintenance kembali,” jelasnya.
“Saya termasuk generasi O yang kurang paham dengan IT. Intinya secara sederhana data yang hilang harus kembali ada. Saya juga belum paham tentang protect itu, tapi pengamanan itu harus dilakukan secara sungguh-sungguh agar data yang hilang tidak terjadi lagi di kemudian hari,” pungkas Nanang.
Hingga saat ini, publik masih menunggu kepastian kapan seluruh portal layanan informasi Kota Serang dapat kembali diakses secara normal dan sejauh mana data-data yang hilang dapat diselamatkan sepenuhnya.











