FAKTASERANG.ID – Pemerintah diminta untuk segera meningkatkan kewaspadaan menyusul mulai merambatnya dampak krisis energi global ke sektor industri manufaktur di Indonesia.
Dinamika energi dunia saat ini dinilai tidak lagi sekadar urusan harga di SPBU, melainkan sudah mengancam keberlangsungan produksi sektor industri yang bergantung pada energi sebagai bahan baku.
Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, mengungkapkan bahwa tekanan global tersebut mulai memberikan efek domino yang nyata pada rantai pasok industri nasional.
“Kondisi ini perlu dicermati karena berpotensi mempengaruhi stabilitas pasokan dan keberlanjutan produksi industri dalam negeri seperti industri plastik dan sektor lainnya,” ujar Shanty dalam keterangan resminya, Senin (6/4/2026).
Definisi Luas Ketahanan Energi
Menurut Shanty, pemerintah tidak boleh terjebak dalam paradigma lama yang melihat ketahanan energi hanya sebatas ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk transportasi atau gas rumah tangga.
Ia menekankan pentingnya menjamin aliran energi untuk sektor produktif yang menggerakkan ekonomi.
“Isu ketahanan energi perlu dilihat secara lebih komprehensif, tidak terbatas hanya pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas, tetapi juga mencakup kemampuan menjaga keberlangsungan pasokan bagi sektor industri yang lebih luas,” tegasnya.
Tuntut Transparansi Data dan Monitoring
Selain masalah pasokan, Komisi XII juga menyoroti kelemahan dalam sistem pengawasan energi nasional.
Shanty mendesak adanya penguatan integrasi data agar pemerintah memiliki basis informasi yang kuat dalam mengambil kebijakan darurat jika tekanan energi semakin memburuk.
“Pemerintah agar dapat merespons secara cepat dan tepat terhadap potensi tekanan yang berkembang di sektor energi dan turunannya,” kata Shanty.
Peningkatan transparansi data serta penguatan sistem monitoring energi nasional yang lebih terintegrasi dinilai menjadi kunci utama agar Indonesia bisa melakukan mitigasi dini terhadap fluktuasi pasar global yang tidak menentu.
Pemerintah pun didorong untuk segera memetakan sektor-sektor industri paling rentan agar stabilitas produksi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian dunia.













