FAKTASERANG.ID – Pemerintah Indonesia memasang target optimistis pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen pada Kuartal I 2026.
Target ini didasarkan pada geliat konsumsi domestik yang terus menunjukkan tren positif sejak awal tahun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai level 127 menjadi modal kuat untuk memacu roda ekonomi nasional, pada 6 Maret 2026.
Untuk menjaga daya beli, pemerintah menggelontorkan stimulus fiskal besar-besaran, termasuk bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.
Program ini menyasar 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan alokasi anggaran mencapai Rp11,92 triliun.
Upaya ini diharapkan dapat menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat kelas bawah di tengah fluktuasi harga komoditas global yang masih dinamis.
Selain bansos, pemerintah juga menyiapkan strategi pendorong belanja melalui diskon tarif transportasi rata-rata 30 persen dan percepatan pencairan THR bagi pekerja.
Airlangga menekankan bahwa momentum awal tahun harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendongkrak aktivitas ekonomi domestik.
Jika konsumsi rumah tangga tetap stabil, pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi tahun ini akan melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya.[dit]













