FAKTASERANG.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang menargetkan peningkatan jumlah tenaga kerja tersertifikasi pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan melalui penyediaan berbagai jenis pelatihan kerja dengan volume kuota yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya guna menekan angka pengangguran daerah.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardianti Utami, menjelaskan bahwa jenis pelatihan yang ditawarkan tahun ini mencakup berbagai sektor, mulai dari keamanan hingga industri kreatif.
“Dari APBD tahun ini mencapai 300 orang. Kemudian kita juga dapat kuota PPI sebanyak 200 orang dan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) hampir, semoga bisa mencapai 700 sampai 1.000 orang,” ujar Diana, Kamis (5/3/2026).
Rincian Kuota dan Target Sertifikasi Beberapa program unggulan yang disiapkan antara lain pelatihan security dengan kuota sebanyak 220 orang, menjahit 32 orang, welder (pengelasan) 32 orang, dan barista 16 orang.
Diana menekankan pentingnya standardisasi kemampuan bagi para peserta agar mampu bersaing di pasar kerja.
“Harapannya adalah masyarakat Kabupaten Serang semakin banyak yang terlatih dan bersertifikasi BNSP,” tegasnya.
Perluasan Peluang Kerja Luar Negeri dan Mitigasi TPPO Selain fokus pada pasar kerja domestik, Disnakertrans juga memperluas jangkauan ke sektor pekerja migran. Saat ini, pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk menyediakan pelatihan bahasa bagi calon tenaga kerja.
“Ada juga pelatihan bahasa yang saya harapkan bisa memberikan peluang bagi pekerja migran agar bisa berangkat secara resmi,” tambah Diana.
Sebagai langkah antisipasi terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan keberangkatan non-prosedural, Disnakertrans menggandeng Polda Banten dan BP3MI.
Selain itu, program “Go Global” juga mulai disosialisasikan ke sekolah-sekolah tingkat SMA dan SMK untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai prosedur bekerja di luar negeri secara legal.













