Daerah  

Percepat Rekonstruksi Pasca-Banjir Aceh, Mendikdasmen Tinjau Langsung Pendidikan di Pidie Jaya

/Dok. Ist

FAKTASERANG.ID – Proses pemulihan sektor pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mulai menunjukkan kemajuan signifikan tiga bulan setelah bencana banjir besar melanda wilayah tersebut.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan enam Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMA Negeri 2 Meureudu sebagai solusi transisi sebelum pembangunan gedung permanen dimulai.

Kunjungan yang berlangsung pada Senin (9/3/2026) ini bertujuan untuk memastikan kelayakan fasilitas belajar sementara serta menyalurkan bantuan buku dan peralatan sekolah bagi siswa terdampak.

“Hari ini saya mengunjungi SMA Negeri 2 Meureudu di Pidie Jaya untuk meresmikan enam RKD dan membagikan sejumlah bantuan buku serta peralatan sekolah. Ini adalah wujud nyata upaya kami untuk mempercepat proses pembangunan dan rekonstruksi pascamusibah yang melanda di Sumatra, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya,” ungkap Abdul Mu’ti.

Solusi Transisi Menuju Bangunan Permanen

Baca Juga: Perangi Korupsi: KPK dan Muhammadiyah Perkuat Pendidikan Karakter

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa RKD dirancang agar siswa tidak lagi belajar di bawah tenda darurat selama menunggu proses pembangunan gedung utama.

Ia juga memproyeksikan penggunaan jangka panjang bagi bangunan semi-permanen tersebut.

“Kami terus mengusahakan agar pelaksanaan rekonstruksi gedung sekolah dapat segera dilakukan. Dan juga ketika gedung sekolah sudah berdiri, RKD dapat dimanfaatkan seperti kantin atau hal lainnya terkait proses pembelajaran,” jelasnya.

Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, Muhammadiah, mengungkapkan bahwa sekolahnya merupakan titik terdampak paling parah saat banjir melanda akhir November 2025 lalu.

Rencananya, seluruh gedung lama yang rusak akan diratakan untuk dibangun kembali melalui kolaborasi antara Kemendikdasmen dan TNI Angkatan Darat.

“Di tengah suasana Bulan Suci Ramadan ini, kami mengucapkan rasa syukur akan peresmian 6 RKD. Kami sangat tersanjung akan kunjungan Pak Menteri, ini menjadi sebuah momentum untuk kami dapat bangkit dan terus lebih baik ke depannya,” ujar Muhammadiah.

Akhiri Masa Belajar di Tenda Beralas Terpal

Kehadiran RKD disambut antusias oleh para siswa yang selama beberapa bulan terakhir harus mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas seadanya.

Salah satu siswi, Israqiah, menceritakan pengalamannya belajar di tenda darurat beralaskan kain terpal sebelum adanya RKD.

“Saya melihat langsung proses pembangunan RKD ini yang sangat cepat. Ruangannya cukup baik, ada bangku, meja, dan papan tulis. Senang rasanya bisa kembali belajar di ruang kelas,” ucap Israqiah.

Senada dengan itu, Ziadatul Una berharap pemulihan ini menjadi awal stabilitas pendidikan di kotanya.

“Kami sangat bersyukur untuk semua bantuan yang hari ini kami terima. Semoga pendidikan di kota kami kembali pulih dan kami semua dapat bersekolah dengan aman dan bahagia,” tuturnya.

Data Bantuan dan Infrastruktur

Berdasarkan data Kemendikdasmen per 6 Maret 2026, pemerintah telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 1.642 sekolah terdampak dengan total nilai bantuan mencapai lebih dari Rp1,741 triliun.

Berikut adalah rincian penanganan infrastruktur pendidikan saat ini:

  • Total RKD di Pidie Jaya: 21 unit yang tersebar di 5 sekolah.

  • Skema Pengerjaan Nasional: 1.357 sekolah melalui swakelola dan 187 sekolah bekerja sama dengan TNI AD.

  • Bantuan Langsung: Dana Bantuan Pendidikan Tahun 2026 senilai Rp25 juta diserahkan untuk operasional sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *