FAKTASERANG.ID – Ketidaksiapan mitigasi bencana digital di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menjadi sorotan tajam setelah sejumlah data informasi publik krusial hilang dari akses.
Kerusakan server utama pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang terjadi sejak pertengahan Maret 2026 mengakibatkan data aset pemerintah, regulasi daerah, hingga dokumen pengadaan barang dan jasa sempat tak terbendung.
Hingga saat ini, Diskominfo Kota Serang masih berjibaku melakukan pemulihan melalui mekanisme pencadangan (backup) dan Disaster Recovery Plan (DRP).
Baca Juga: Atasi Banjir Kasemen, Pemprov Banten Bakal Bangun Jembatan Lebih Tinggi di Kroya
Hasil pemeriksaan teknis menunjukkan adanya indikasi kerusakan pada file pembentuk Virtual Private Server (VPS) yang melumpuhkan layanan normal.
Pemulihan Bertahap dan Rebuild Sistem
Kepala Diskominfo Kota Serang, Asep Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan proses rebuild Name Server (NS) agar layanan dasar dapat kembali aktif secara bertahap.
Meski beberapa laman sudah mulai bisa diakses, proses pemutakhiran data masih terus berlangsung.
“Seiring dengan proses pemulihan, beberapa layanan mulai dapat diakses kembali, di antaranya mail.serangkota.go.id, cloud.serangkota.go.id, tiket.serangkota.go.id, SIMRAL, serta beberapa aplikasi yang dihosting di Pusat Data Nasional (PDN),” kata Asep, Kamis (26/3/2026).
Asep menegaskan bahwa berdasarkan analisis sementara, gangguan ini murni masalah teknis dan bukan disebabkan oleh serangan siber atau akses ilegal.
Sistem firewall dipastikan tetap berfungsi normal sebagai penyaring akses.
“Gangguan ini lebih disebabkan oleh terjadinya crash sistem atau kegagalan mesin, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak,” ujarnya.
Migrasi ke Server Cadangan
Sebagai langkah darurat sekaligus antisipasi jangka panjang, Diskominfo kini mulai membangun server cadangan untuk Content Management System (CMS) maupun website di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Sebagai langkah antisipasi, tim juga membangun server cadangan untuk CMS atau website OPD. Sebagian layanan kemudian dimigrasikan ke server backup tersebut guna menjaga keberlangsungan layanan publik,” tutur Asep.
Saat ini, tim teknis juga sedang melakukan recovery database secara paralel pada aplikasi krusial seperti Rabeg dan SIMPEG.
Beberapa aplikasi seperti PPID dan SIDIK dilaporkan telah berhasil dipulihkan, sementara aplikasi KIM dan Sikondang masih dalam proses pemulihan melalui VPS backup.
“Saat ini kami sedang melakukan recovery website secara bertahap, kemudian melakukan langkah pemutakhiran data secara bertahap, dengan melakukan koordinasi kepada OPD terkait,” ucapnya.
Evaluasi Menyeluruh dan Koordinasi Vendor
Guna memastikan aplikasi yang belum pulih sepenuhnya dapat segera beroperasi, Diskominfo menjalin komunikasi intensif dengan para vendor aplikasi untuk melakukan deployment ulang.
Asep pun berjanji akan melakukan evaluasi total terhadap sistem keamanan dan pemantauan server Pemkot Serang.
“Ke depan, tim akan terus melanjutkan proses recovery database yang masih terkendala serta melakukan deployment ulang aplikasi melalui vendor,” jelas Asep.
Ia kembali menekankan komitmennya untuk memperkuat infrastruktur digital agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
“Tentu, ke depan tim akan terus melanjutkan proses recovery database yang masih terkendala serta melakukan deployment ulang aplikasi melalui vendor,” pungkasnya.













