FAKTASERANG.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten terus memacu capaian imunisasi campak bagi anak dan balita di wilayahnya.
Meski sempat menghadapi kendala berupa penolakan dari sejumlah orang tua, pihak Dinkes optimis mampu menuntaskan target sasaran hingga akhir bulan ini.
Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengungkapkan bahwa dari target 380 ribu anak dan balita se-Banten, saat ini realisasi imunisasi massal telah menyentuh angka 68 persen.
Dalam prosesnya, petugas di lapangan memang menemukan dinamika sosial berupa kekhawatiran masyarakat terhadap efek samping maupun aspek kehalalan vaksin.
“Penolakan pasti ada. Jadi, dengan berbagai hal, mungkin saja karena mereka juga belum yakin manfaat yang ada. Tetapi, dengan adanya edukasi yang dilakukan, dibantu mulai pak RT, pak RW, kemudian dengan berbagai pihak, tentunya organisasi masyarakat ya, alhamdulillah tadinya penolakan pelan-pelan mau,” ujar Ati, Jumat (24/4/2026).
Pendekatan Persuasif
Ati merinci bahwa alasan penolakan warga cukup beragam, mulai dari ketakutan anak menjadi sakit setelah disuntik hingga keraguan mengenai status kehalalan vaksin.
Namun, pihaknya tidak membiarkan hal tersebut menjadi penghambat dan memilih melakukan pendekatan persuasif.
“Macam-macam alasan, takut sakit, anak saya sehat habis disuntik takut sakit, ya macam-macamlah ya. Ada yang khawatir vaksinnya haram, kita jelaskan kehalalan vaksin. Nggak dibiarkan, yang nggak mau kan edukasi dari banyak pihak akhirnya disuntik karena target kita 100 persen,” tegas Ati.
Menurutnya, persentase masyarakat yang awalnya menolak relatif kecil, yakni sekitar 8 persen dari 68 persen capaian saat ini.
Melalui strategi “merayu” dan pemberian pemahaman yang tepat, kelompok yang awalnya menolak tersebut akhirnya bersedia membawa anak mereka untuk divaksin.
“8 persen dari 68 persen, tapi yang menolak itu akhirnya bisa. Awalnya dia nggak mau, kita rayu dulu sampai dia mau,” katanya menambahkan.
Kejar Target Akhir Bulan
Dinkes Banten kini tengah mengebut pelaksanaan program agar sisa target dapat terpenuhi dalam waktu satu minggu ke depan.
Akselerasi ini dianggap krusial untuk memutus rantai penularan campak di Provinsi Banten secara efektif.
“Untuk imunisasi massal ini kita sudah di angka 68 persen. Harapan kami di akhir bulan April ini untuk imunisasi massal campak ini sudah selesai, jadi doanya saja biar selesai sehingga untuk penularan sudah mulai berkurang,” pungkas Ati.











