FAKTASERANG.ID – Data Bloomberg mencatat pergerakan nilai tukar rupiah yang sempat terperosok ke level Rp17.009 per dolar AS pada Senin (9/3/2026).
Meskipun angka ini merupakan yang terendah sejak krisis moneter 1998, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap tenang.
Dalam Sidang Kabinet pada Jumat, 13 Maret 2026, ia menjelaskan bahwa jika dilihat secara persentase, depresiasi rupiah pasca-eskalasi perang di Timur Tengah hanya berkisar 0,3 persen saja.
Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih kuat dibandingkan masa krisis masa lalu, dilansir pada 14 Maret 2026.
Ia bahkan melontarkan sindiran pedas bahwa pihak yang terus membesar-besarkan narasi “rupiah hancur” biasanya bukan pelaku pasar yang memiliki modal besar.
Menurutnya, daya tahan rupiah tetap terjaga di tengah konflik Amerika-Israel-Iran, dan pemerintah terus memantau dinamika global guna memastikan stabilitas nilai tukar tetap berada dalam batas toleransi.











