FAKTASERANG.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang tengah menghadapi kendala serius dalam kesiapsiagaan bencana.
Sebagian besar fasilitas pemadam kebakaran, terutama armada mobil pemadam (damkar) yang dimiliki saat ini, dilaporkan mengalami kerusakan.
Kondisi memprihatinkan ini terungkap saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor BPBD Kabupaten Serang pada Kamis (2/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Zaldi meninjau langsung kelayakan gedung kantor hingga mengecek kondisi kendaraan operasional.
Sekretaris BPBD Kabupaten Serang, Fakih, membeberkan bahwa keterbatasan armada ini menjadi persoalan utama yang dihadapi oleh pihaknya dalam penanganan bencana di wilayah Kabupaten Serang.
Dari total tujuh unit mobil damkar yang dimiliki, lebih dari separuhnya kini dalam kondisi tidak prima.
“Mobil damkar mayoritas yang kita miliki kondisinya rusak. Dari tujuh unit kendaraan, hanya tiga kendaraan yang masih bisa jalan. Itupun sebenarnya dipaksakan saja, kondisi sebenarnya juga rusak,” kata Fakih.
Khawatir Mogok Saat Bertugas, Kerusakan Menyebar di Berbagai Pos
Baca Juga: Ruas Jalan Sanggau-Sekadau Terendam Banjir, BPBD Ungkap Penyebabnya
Fakih mengaku sangat mengkhawatirkan kondisi armada yang dipaksakan beroperasi tersebut. Menurutnya, jika tidak segera mendapatkan perbaikan total, kendaraan berpotensi besar mengalami kendala atau kerusakan fatal saat sedang ditugaskan di lapangan.
Kerusakan armada ini terjadi di sejumlah pos kedeputian pemadam kebakaran yang tersebar di beberapa wilayah strategis Kabupaten Serang.
“Yang di Anyar rusak, Pos Petir juga rusak, untuk Tanara rusak ringan, lalu Jawilan juga agak rusak,” ujarnya.
Sekda Minta Ajukan Anggaran, BPBD Gandeng Sektor Swasta
Merespons temuan tersebut, Fakih mengatakan bahwa Sekda Kabupaten Serang langsung menginstruksikan agar biaya perbaikan kendaraan damkar segera diusulkan dalam pos anggaran tahun ini. Langkah cepat ini diambil mengingat fungsi armada damkar yang sangat mendesak bagi keselamatan masyarakat.
“Sementara ini kita sudah mengajukan untuk perbaikan kendaraan damkar karena kebutuhannya sangat mendesak. Alhamdulillah ini sudah mendapatkan respons,” tutur Fakih.
Sembari menunggu proses pengajuan anggaran dan perbaikan rampung, BPBD Kabupaten Serang tidak tinggal diam.
Sebagai langkah antisipasi guna menyiasati keterbatasan armada, mereka kini menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan swasta di kawasan industri yang memiliki fasilitas kendaraan pemadam kebakaran mandiri.
“Sehingga ketika ada kebakaran yang dekat dengan lokasi industri, maka akan kita kirim ke sana,” pungkasnya.
Baca Juga: Waspadai Dampak Kemarau, Ini Imbauan BPBD Sanggau













