Daerah  

UMN dan Bank Sampah IRMAS Desa Pete Ubah Sampah Residu Jadi Arang Bernilai Ekonomi Lewat Teknologi dan Platform Digital

Tim PKM Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama anggota Bank Sampah IRMAS Desa Pete saat melakukan uji coba dan pendampingan pengoperasian Teknologi Tepat Guna (TTG) Taruma Agni untuk mengolah sampah residu menjadi arang di Kabupaten Tangerang./Dok. Ist

FAKTASERANG.ID — Sampah rumah tangga yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah tak berguna kini mulai diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim akademisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berkolaborasi dengan Bank Sampah IRMAS di Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, untuk menerapkan solusi pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir.

Program pemberdayaan yang melibatkan 14 anggota aktif Bank Sampah IRMAS ini berfokus pada dua aspek utama: peningkatan kapasitas produksi melalui pengolahan sampah residu dan modernisasi pemasaran berbasis platform digital.

Olah Residu Jadi Arang Lewat Teknologi Taruma Agni

Salah satu inovasi utama dalam kegiatan ini adalah pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) bernama Taruma Agni.

Baca Juga: Perkuat Transformasi Digital, Indonesia-Jepang Garap Investasi Teknologi Tinggi

Alat ini digunakan untuk mengolah sampah residu—jenis sampah yang sebelumnya belum tertangani secara optimal—menjadi arang yang memiliki nilai guna dan jual.

Melalui pendampingan dan pelatihan secara langsung, anggota Bank Sampah IRMAS tidak hanya menerima unit teknologi, tetapi juga dibekali kemampuan teknis agar mampu mengoperasikan serta memanfaatkannya secara mandiri.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru serta memberikan tambahan pendapatan bagi warga setempat.

Penguatan Pemasaran dan Kemitraan Berbasis CRM

Tidak hanya berhenti pada proses pengolahan, tim PKM UMN juga membangun platform digital berbasis Customer Relationship Management (CRM).

Platform ini dirancang sebagai media informasi terpadu, pencatatan kegiatan, pendaftaran mitra, promosi program, hingga pemasaran produk arang yang dihasilkan.

Pendekatan CRM ini membantu pengurus Bank Sampah IRMAS mengelola hubungan dengan nasabah, pengurus RT/RW, hingga komunitas sekitar secara lebih terstruktur. Sistem digital tersebut mempermudah pengelolaan data mitra, pemantauan kepuasan pengguna, serta peningkatan loyalitas dan partisipasi masyarakat.

Dengan penggabungan ini, Bank Sampah IRMAS kini bertransformasi menjadi pusat ekosistem ekonomi berbasis masyarakat yang menghubungkan rantai pengelolaan sampah, produksi, pemasaran, hingga kemitraan lokal.

Dukung SDGs, Asta Cita, dan Hilirisasi Pengetahuan

Program pemberdayaan ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)—khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Selain itu, langkah ini sejalan dengan arah kebijakan nasional Asta Cita dalam mendorong hilirisasi, industrialisasi nilai tambah dalam negeri, dan penguatan ekonomi hijau.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah PKM Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dengan judul program: “Penerapan Sistem Customer Relationship Management (CRM) dalam Penguatan Keberlanjutan Nilai Ekonomi Limbah Sampah Desa melalui Produksi Arang pada Bank Sampah IRMAS Desa Pete”

Tim pengusul PKM UMN ini diketuai oleh Erick Fernando, dengan anggota pelaksana Yulius Denny Prabowo dan Tangguh Okta Wibowo, serta melibatkan sejumlah mahasiswa dalam pengembangan platform, dokumentasi, hingga pendampingan lapangan.

Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian nyata dari proses hilirisasi pengetahuan perguruan tinggi ke tengah masyarakat.

Melalui model integrasi inovasi teknologi, digitalisasi layanan, dan ekonomi sirkular ini, pengolahan sampah di Desa Pete diharapkan tidak sekadar menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menjadi percontohan kemandirian ekonomi yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Baca Juga: Beauty with Purpose: Wardah Dorong Ethical Business di Forum Perempuan Muslim Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *