Bedah “Prabowonomics” di ITB: Syahganda Nainggolan Paparkan Strategi Indonesia Hadapi Krisis Global

/Dok. Ist

FAKTASERANG.ID – Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi saksi peluncuran buku strategis berjudul “Prabowonomics, Demokrasi, dan Tantangan ke Depan” karya Syahganda Nainggolan, Kamis (5/3/2026).

Karya ini hadir sebagai refleksi mendalam atas arah demokrasi dan strategi kepemimpinan nasional di tengah badai ketidakpastian geopolitik dan ekonomi dunia.

Syahganda menegaskan bahwa buku ini merupakan manifestasi keyakinannya terhadap nakhoda kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menavigasi Indonesia keluar dari situasi krisis.

“Buku ini saya tulis karena saya yakin Pak Presiden Prabowo adalah orang yang tepat memimpin republik di saat krisis seperti sekarang,” tegas Syahganda dalam pemaparannya.

Memotret Konsep “Prabowonomics”

Dalam buku tersebut, Syahganda mengalokasikan sekitar 30 persen isinya untuk membedah konsep “Prabowonomics”.

Konsep ini merangkum pandangan ideologis dan strategis sang Presiden dalam menghadapi tekanan ekonomi global serta dinamika geopolitik yang kian kompleks.

Baca Juga: Anggaran Rp181 Triliun untuk Pendidikan: Fokus Digitalisasi dan Kesejahteraan Guru

Menurut Syahganda, gejolak ekonomi dunia dan konflik di berbagai kawasan menuntut kepemimpinan yang kuat.

“Ekonomi dunia sedang bergejolak, perang di berbagai kawasan juga memengaruhi stabilitas global. Saya berharap kepemimpinan beliau bisa membawa bangsa ini bangkit,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pesan inti dari karyanya adalah pentingnya soliditas antara rakyat dan pemimpin.

“Pesan buku ini sederhana, agar rakyat percaya kepada Presiden Prabowo. Dalam situasi krisis, kita butuh kepercayaan dan persatuan nasional,” tambahnya.

Refleksi Demokrasi dan Kritik Konstruktif

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang hadir sebagai keynote speaker, memberikan apresiasi tinggi terhadap isi buku tersebut.

Menurutnya, karya Syahganda tidak hanya bicara soal angka ekonomi, tetapi juga menyentuh esensi demokrasi Indonesia.

“Iya, saya sudah membaca buku ini. Judulnya memang fantastis, tapi isinya berisi berbagai pandangan tentang demokrasi, koreksi yang membangun, dan persatuan nasional,” kata Dasco.

Dasco menilai buku ini sangat relevan untuk menjadi bahan refleksi publik mengenai langkah-langkah yang harus diambil bangsa Indonesia di masa depan.

“Buku ini berbicara tentang Indonesia ke depan, tentang harapan dan apa yang harus kita lakukan. Karena itu menurut saya buku ini memang harus dibaca,” imbuhnya.

Kehadiran Tokoh Nasional

Peluncuran buku ini turut dihadiri oleh deretan tokoh penting, termasuk Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Hadir pula Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, hingga tokoh buruh Jumhur Hidayat.

Kehadiran para tokoh lintas sektor ini mempertegas bahwa gagasan dalam “Prabowonomics” menjadi diskursus penting bagi masa depan pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *