Daerah  

Lawan Ketergantungan Gawai, Kampung Pekijing Serang Perkuat PP Tunas lewat Permainan Tradisional

Ilustrasi gambar

FAKTASERANG.ID – Kampung Pekijing, Kota Serang, Banten, memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pelindungan Anak di Lingkungan Digital atau PP Tunas melalui penguatan literasi dan pelestarian permainan tradisional.

Langkah ini menjadi strategi akar rumput untuk memproteksi anak dari dampak negatif dunia siber.

“Langkah ini diambil sebagai upaya nyata membatasi ketergantungan anak terhadap media sosial serta gawai di tingkat akar rumput,” kata Pengelola Perpustakaan Pekijing, Bayu Ibrahim, di Serang, Minggu.

Bayu mengungkapkan bahwa inisiatif pengenalan kembali permainan tradisional yang dimulai sejak 2023 terbukti efektif mendukung semangat PP Tunas.

Dengan mengalihkan perhatian anak ke aktivitas fisik yang bersifat komunal, interaksi digital yang berlebihan dapat ditekan secara alami tanpa unsur paksaan.

“Kami bersyukur langkah kami sejalan dengan upaya pemerintah melalui PP Tunas dalam membatasi media sosial. Permainan tradisional terbukti sangat efektif, anak-anak kini lebih asyik bermain bersama secara fisik dan mulai meninggalkan ketergantungan pada HP,” ujar Bayu.

Selain menghidupkan permainan rakyat, pihak perpustakaan menjalankan fungsi pengawasan literasi digital secara berkala.

Atas permintaan para orang tua, tim penggerak yang terdiri dari 10 pemuda setempat melakukan pemantauan konten pada ponsel anak-anak.

Hal ini dilakukan guna memastikan generasi muda di wilayah tersebut tidak terpapar dampak negatif internet, konten kekerasan, maupun grup daring yang tidak semestinya.

Bayu menegaskan bahwa proses pemantauan ini dilakukan secara persuasif.

Setiap tiga bulan sekali, anak-anak diberikan edukasi mengenai keseimbangan teknologi, yakni pemahaman mengenai dampak positif dan negatif dari penggunaan gawai.

Program ini mendapat respons positif dan dukungan penuh dari para orang tua.

Mereka mengaku merasa terbantu dengan adanya sistem pembatasan gawai yang dibalut dengan kegiatan membaca dan bermain yang menyenangkan.

Madi, salah satu orang tua di Kampung Pekijing, mengaku merasakan perubahan signifikan pada perkembangan buah hatinya.

Ia menyebut perubahan karakter dan prestasi akademik anaknya meningkat sejak aktif berkegiatan di perpustakaan.

Upaya yang dilakukan Kampung Pekijing ini menjadi model kolaborasi lokal dalam menerjemahkan kebijakan nasional pelindungan anak ke dalam aksi nyata yang menyentuh aspek sosial dan budaya masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *