FAKTASERANG.ID – Arah kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto seringkali sulit ditebak oleh pengamat awam. Menurut Amir Hamzah, seorang pengamat intelijen dan geopolitik, langkah Prabowo tidak bisa dibaca hanya dari permukaan.
Ia menerapkan “Diplomasi Sandhi Yudha”, sebuah metode operasi senyap yang lebih mengandalkan kerja intelijen dan manuver taktis daripada sekadar retorika di panggung internasional.
Kunjungan luar negeri yang masif dan partisipasi dalam forum global seperti Board of Peace (BoP) bukanlah sekadar seremonial. Amir menjelaskan pada Sabtu, 4 April 2026, bahwa pendekatan ini merupakan perpaduan strategi klasik dan ideologi modern.
Prabowo tidak sekadar berdiplomasi, melainkan melakukan pengawasan ketat terhadap dinamika global demi mengamankan posisi domestik Indonesia di kancah dunia.
Menariknya, kepemimpinan Prabowo dinilai sejalan dengan konsep Gerpolek (Gerilya, Politik, dan Ekonomi) warisan Tan Malaka. Dalam konteks ini, “gerilya” diartikan sebagai manuver non-konvensional seperti pengendalian opini dan penguatan jaringan informasi.
Dengan politik yang terkonsolidasi dan ekonomi sebagai fondasi kemandirian, Prabowo sedang memetakan kekuatan luar secara diam-diam sambil mengunci stabilitas dari dalam negeri.













