FAKTASERANG.ID – Permata Bank melalui Unit Usaha Syariah (UUS) secara resmi memperkuat komitmennya dalam memperdalam inklusi keuangan di tanah air.
Lewat visi “Syariah untuk Semua”, bank ini berupaya mendobrak stigma bahwa layanan syariah bersifat eksklusif, melainkan sebuah solusi finansial yang inklusif, modern, dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Konsep ini mengedepankan prinsip rahmatan lil ‘alamin, yang tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, namun juga memastikan setiap aktivitas keuangan didasari oleh rasa aman, keadilan, dan keberkahan.
Finansial yang Menenangkan di Setiap Fase Hidup
Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, menjelaskan bahwa layanan syariah harus mampu menjadi jawaban bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di setiap tahap kehidupan.
“Perjalanan finansial yang ideal tidak sekadar bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga membawa ketenangan dan makna dalam kehidupan,” ujar Rudy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Rudy menekankan bahwa keterbukaan akses adalah kunci utama. Menurutnya, layanan syariah saat ini harus bertransformasi menjadi solusi yang terbuka untuk semua segmen nasabah.
“Layanan keuangan syariah harus menjadi solusi yang terbuka bagi semua segmen. Menurutnya, prinsip syariah bukan sekadar konsep, melainkan cerminan nilai amanah, keadilan, dan keberkahan yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya lebih lanjut.
Ia menambahkan bahwa komitmen ini merupakan upaya Permata Bank dalam menyediakan solusi yang tidak hanya sesuai prinsip agama, tetapi juga memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan riil masyarakat saat ini.
Solusi Inovatif: Dari Investasi Emas hingga Digitalisasi
Dalam upaya mendukung gaya hidup modern, Permata Bank Syariah menawarkan berbagai produk unggulan mulai dari pembiayaan haji dan umrah, kendaraan, hingga kepemilikan rumah.
“Berbagai layanan tersebut mencakup pembiayaan ibadah haji dan umrah, kepemilikan rumah dan kendaraan, pembiayaan emas, hingga kebutuhan gaya hidup modern. Seluruhnya dirancang dengan akad yang transparan, adil, dan bertanggung jawab sesuai prinsip syariah,” terang Rudy.
Menariknya, di tengah fluktuasi ekonomi global, instrumen emas menjadi salah satu produk yang paling banyak dilirik. Melalui skema pembiayaan multiguna, nasabah diberikan kemudahan untuk memiliki aset fisik sejak awal.
“Permata Bank Syariah menghadirkan program cicilan emas melalui produk pembiayaan multiguna, yang memungkinkan nasabah memiliki emas fisik sejak awal pembiayaan sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif stabil,” jelasnya.
Kemudahan dalam Genggaman lewat Permata ME
Tidak hanya dari sisi produk, sisi aksesibilitas juga diperkuat melalui teknologi digital. Aplikasi Permata ME kini menjadi jembatan utama bagi nasabah untuk mendapatkan layanan tanpa harus terbatas ruang dan waktu.
“Aplikasi ini memungkinkan nasabah mengelola kebutuhan finansial secara praktis, mulai dari pengecekan porsi haji, informasi tabungan haji, hingga pengajuan pembiayaan syariah secara digital dalam satu platform,” papar Rudy.
Inisiatif ini hadir di tengah tantangan literasi keuangan syariah di Indonesia. Meski data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pertumbuhan aset industri syariah mencapai Rp3.100 triliun hingga Desember 2025, angka inklusi masih memerlukan dorongan besar untuk mencapai potensi maksimalnya.
Permata Bank Syariah berharap, dengan pendekatan yang lebih modern dan universal, mereka dapat terus menjadi mitra terpercaya yang membawa nilai kebaikan dalam setiap perjalanan hidup para nasabahnya.












