FAKTASERANG.ID – Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya merilis pernyataan publik pertamanya sejak menggantikan mendiang ayahnya, Ali Khamenei.
Dalam pesan tersebut, Mojtaba menegaskan bahwa Iran akan tetap berada di jalur konfrontasi melawan Amerika Serikat dan Israel, serta menggunakan posisi geografisnya sebagai senjata strategis.
Pesan yang dibacakan oleh presenter televisi pemerintah Iran pada Jumat (13/3/2026) ini menekankan bahwa pertahanan negara akan terus diperkuat demi menciptakan efek jera bagi para musuh.
Selat Hormuz Sebagai Senjata Ekonomi
Salah satu poin krusial dalam pernyataan tersebut adalah kepastian bahwa Iran akan terus mempertahankan ancaman penutupan Selat Hormuz.
Jalur ini merupakan urat nadi energi dunia yang dilewati oleh sekitar seperlima dari total konsumsi minyak global.
“Pengungkit berupa pemblokiran Selat Hormuz harus terus digunakan,” tegas Mojtaba dalam pesan tertulisnya yang dikutip dari Reuters.
Langkah ini dipandang sebagai alat tekanan strategis Iran di tengah tekanan internasional dan eskalasi militer yang meningkat di kawasan tersebut.
Sumpah Balas Dendam Atas Kematian Ali Khamenei
Mojtaba juga menyinggung mengenai tewasnya sang ayah dalam serangan udara Israel pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut tidak hanya menewaskan Ali Khamenei, tetapi juga sebagian besar anggota keluarganya, termasuk istri dari Mojtaba sendiri.
“Kami tidak akan mengabaikan pembalasan atas darah para martir,” ujarnya.
Misteri Kondisi Kesehatan Mojtaba
Meskipun telah mengeluarkan pernyataan resmi, publik hingga kini belum melihat rekaman video maupun foto terbaru dari pemimpin baru tersebut sejak serangan 28 Februari.
Hal ini memicu spekulasi mengenai kondisi fisiknya yang sebenarnya.
Pihak otoritas Iran sebelumnya hanya memberikan keterangan singkat bahwa Mojtaba selamat dari serangan maut tersebut dengan luka ringan.
Namun, absennya penampilan visual dalam komentar perdananya ini terus menjadi tanda tanya besar di tengah ketegangan perang yang masih berkecamuk.









