FAKTAJATIM.ID – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Israel mengonfirmasi tewasnya tokoh keamanan senior Iran, Ali Larijani, dalam serangan udara pada Senin malam, 16 Maret 2026.
Selain Larijani, kepala pasukan paramiliter Basij, Gholamreza Soleimani, juga dilaporkan tewas. Informasi ini dikonfirmasi oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Selasa, 17 Maret 2026.
Pembunuhan Larijani menandai hilangnya pejabat paling senior Iran sejak kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada akhir Februari lalu.
Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer masif yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap apa yang mereka sebut sebagai “Poros Kejahatan”.
Iran sendiri telah membalas dengan rentetan rudal ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara Arab.
Perang yang kian meluas ini berdampak langsung pada ekonomi global melalui lonjakan harga minyak mentah.
Serangan balasan Iran telah menghentikan produksi minyak di beberapa negara teluk dan mengganggu jalur ekspor vital di Selat Hormuz.
Situasi ini memicu kekhawatiran akan krisis energi global yang panjang jika gencatan senjata tidak segera tercapai di wilayah yang tengah membara tersebut.












