Daerah  

Modus Transfer Rp15 Juta: Direktur Faktakalbar.id Diduga Jadi Sasaran Jebakan Pemerasan

Usai Lucuti Kedok Bos Tambang Ilegal 'AS', Fakta Kalbar Dihantam Kriminalisasi dan Teror Mencekam!/(Foto: dok.Fakta Kalbar)

FAKTASERANG.ID – Faktakalbar.id secara konsisten memberitakan aktivitas tambang ilegal yang diduga melibatkan sejumlah nama besar di Kalimantan Barat.

Sejak laporan-laporan investigatif itu mulai dipublikasikan, berbagai tekanan mulai berdatangan bukan hanya di ranah digital, tapi juga menjurus pada upaya kriminalisasi dan intimidasi fisik terhadap media Faktakalbar.id.

Modus Transfer Uang dan Tuduhan Pemerasan

Indikasi kuat datang pada 30 Maret 2025 malam, ketika inisial (AS) mengirim uang sebesar Rp15 juta secara diam-diam ke rekening pribadi Direktur Faktakalbar.id, Andi Way.

Uang itu ditransfer melalui perantara bernama Rifki, yang sebelumnya diminta (AS) untuk memberikan nomor rekening tanpa sepengetahuan.

“(AS) minta nomor rekening Pak Andi ke saya. Saya berikan karena kenal, tanpa tahu maksudnya. Setelah dia transfer, bukti transfer dikirim ke saya, lalu saya teruskan ke Pak Andi. Waktu itu juga saya langsung dimarahi dan mengembalikan uang tersebut ke saya untuk dikembalikan ke (AS)” ujar Rifki.

Transaksi yang tidak pernah diminta itu segera dicurigai sebagai upaya untuk menjebak dan mendiskreditkan redaksi Faktakalbar.id.

Dugaan makin menguat setelah muncul pemberitaan dari beberapa media online dan kanal YouTube yang secara eksplisit menuduh Faktakalbar.id melakukan pemerasan terhadap AS senilai Rp5 s.d. 7 miliar. Tuduhan itu dimuat tanpa konfirmasi, klarifikasi, ataupun ruang pembelaan dari pihak yang dituduh.

Tawaran Uang, Teror Malam Hari, dan Upaya Membungkam Media
Tak berhenti di situ, redaksi Faktakalbar.id juga menerima tawaran uang sebesar Rp5 miliar melalui pesan WhatsApp dengan maksud agar bersedia menurunkan pemberitaan terkait aktivitas tambang ilegal. Tawaran tersebut tidak direspons karena terindikasi sebagai upaya jebakan.

Beberapa hari setelah penolakan, teror datang ke rumah salah satu pimpinan media: 12 orang tak dikenal mendatangi rumah Direktur Faktakalbar.id pada malam hari, menimbulkan keresahan dan kekhawatiran soal keselamatan pribadi.

Berita ini disusun berdasarkan hasil verifikasi dokumen laporan kepolisian, bukti komunikasi, bukti digital, dan keterangan resmi dari pihak Faktakalbar.id.

Tim redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan publik memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.

Apabila tidak ada tindakan yang memadai dari aparat penegak hukum setelah pemantauan berkala, langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh Faktakalbar.id dapat mencakup pembawaan kasus ini ke Dewan Pers, POLRI, Aliansi Jurnalis Nasional, hingga aduan resmi ke DPR-RI, guna memastikan adanya keadilan dan perlindungan terhadap kebebasan pers.

Faktakalbar.id Tidak Take Down Berita Tambang Ilegal: Komitmen pada Integritas Jurnalisme

Faktakalbar.id hingga kini tidak menghapus satu pun pemberitaan terkait aktivitas tambang ilegal, sebagai bentuk komitmen menjaga integritas dan prinsip jurnalisme profesional.

Tekanan yang datang tidak menyurutkan langkah redaksi untuk terus menyampaikan fakta kepada publik.

Analisis: Pola Ancaman terhadap Jurnalis Independen

Kasus yang menimpa Faktakalbar.id mencerminkan pola Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP), di mana pihak-pihak berkepentingan menggunakan jalur hukum, uang, dan tekanan fisik untuk membungkam suara kritis.

Faktakalbar.id selama ini konsisten menjalankan kerja jurnalistik investigatif dengan mengangkat isu-isu publik yang kerap luput dari sorotan, seperti praktik tambang ilegal, peredaran oli palsu, persoalan subsidi BBM, penyalahgunaan wewenang, tata kelola pemerintahan, proyek fiktif, serta kerusakan lingkungan.

Semua dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik di Kalimantan Barat

Berita ini disusun berdasarkan hasil verifikasi dokumen laporan kepolisian, bukti komunikasi, bukti digital, dan keterangan resmi dari pihak Faktakalbar.id.

Tim redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan publik memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.

Apabila tidak ada tindakan yang memadai dari aparat penegak hukum setelah pemantauan berkala, langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh Faktakalbar.id dapat mencakup pembawaan kasus ini ke Dewan Pers, POLRI, Aliansi Jurnalis Nasional, hingga aduan resmi ke DPR-RI, guna memastikan adanya keadilan dan perlindungan terhadap kebebasan pers.

(Tim Redaksi Fakta Kalbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *