FAKTASERANG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melakukan langkah terobosan untuk mempercepat pemindahan kantor dinas ke Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) di Desa Cisait, Kecamatan Ciruas.
Untuk menyiasati keterbatasan anggaran pembangunan gedung baru, Pemkab akan menerapkan skema optimalisasi gedung yang sudah ada agar dapat menampung dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sekaligus.
Langkah ini diambil agar penyerahan aset bangunan di wilayah kota kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tidak lagi terhambat oleh proses konstruksi fisik yang memakan waktu lama.
Optimalisasi Ruang: Skema Lantai Atas-Bawah
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap OPD yang sudah ada di Puspemkab.
Nantinya, dinas dengan jumlah pegawai yang relatif sedikit akan digabungkan dalam satu atap dengan dinas lainnya.
“Jadi kita akan mengupayakan pindah OPD dengan mengoptimalkan gedung yang ada, yakni satu gedung dua OPD, misalnya BKPSDM lantai atas dan lantai bawahnya Dinas Perikanan,” kata Zaldi, Selasa (5/5/2026).
Penataan ulang ruang kantor menjadi fokus utama, karena sebelumnya setiap gedung didesain khusus untuk satu instansi. “Kita panggil OPD dulu, kemudian letak ruang kantornya sudah disetting jika kepala OPD di lantai dua, bidang lantai satu. Makanya perlu adanya penataan ulang sehingga bisa dipakai untuk dua OPD,” tambahnya.
Siasati Keterbatasan APBD
Proses pembangunan Puspemkab saat ini memang terkendala keterbatasan anggaran daerah.
Meski tetap menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemkab kini lebih mengandalkan kucuran dana dari pemerintah pusat (APBN) maupun pemerintah provinsi.
Zaldi menyebutkan bahwa skema penggabungan dinas ini adalah solusi cerdas agar pemindahan kantor tetap berjalan tanpa harus menunggu ketersediaan dana pembangunan gedung baru yang mahal.
“Masih ada 7 sampai 8 gedung yang harus diserahkan (ke Pemkot). Kalau skema ini berjalan, kita tidak perlu nunggu bangunan baru, dinas tinggal pindah,” tegas Zaldi.
Desain Gedung Baru Lebih Ekonomis
Selain optimalisasi gedung yang sudah berdiri, Pemkab Serang juga berencana mengubah kebijakan teknis pembangunan gedung di masa mendatang.
Alih-alih membangun gedung megah bertingkat banyak, layout bangunan akan dirancang lebih efisien agar biaya konstruksi bisa ditekan secara drastis.
“Kita sesuaikan untuk tidak dua lantai, jadi harganya bisa lebih murah, tidak perlu Rp 25 miliar, cukup Rp 10 miliar misalnya, nah ini akan kita kaji lagi,” pungkasnya.
Melalui efisiensi anggaran dan optimalisasi ruang kantor ini, Pemkab Serang optimistis kewajiban penyerahan aset ke Pemerintah Kota Serang dapat segera tuntas dalam waktu dekat.













