Dampak Serangan Pakistan, Puluhan Ribu Warga Afghanistan Kehilangan Tempat Tinggal

FAKTASERANG.ID – Ketegangan bersenjata antara Afghanistan dan Pakistan mencapai titik nadir dalam beberapa hari terakhir.

Bentrokan hebat yang pecah di sepanjang garis perbatasan sejak Kamis lalu telah memaksa sekitar 20.000 keluarga meninggalkan rumah mereka.

PBB melalui World Food Programme (WFP) melaporkan pada Selasa, 3 Maret 2026bahwa perpindahan penduduk massal ini terjadi di tengah kondisi darurat pangan yang sudah sangat mengkhawatirkan di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Menlu Sugiono Hadiri Pertemuan DK PBB, Suarakan Rekonstruksi Gaza dan Perdamaian Palestina

Situasi kian mencekam setelah Pakistan melancarkan serangan udara balasan ke berbagai titik strategis, termasuk bekas pangkalan udara AS di Bagram, serta wilayah ibu kota Kabul dan Kandahar.

Pihak Pakistan mengklaim serangan tersebut didasarkan pada intelijen untuk memutus rantai pasokan logistik bagi militan.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan dampak kemanusiaan yang tragis; desa-desa menjadi kosong dan aktivitas ekonomi seperti pasar lokal terhenti total karena warga terlalu takut untuk keluar rumah.

BACA JUGA: Allah Membela AgamaNya: Pelajaran-Pelajaran Dari Epstein’s File

Laporan resmi mencatat sedikitnya 42 warga sipil tewas dan lebih dari seratus lainnya luka-luka akibat eskalasi kekerasan ini. Juru bicara pemerintah Afghanistan mengecam keras kematian anak-anak dalam serangan di Provinsi Kunar sebagai kejahatan militer.

Di sisi lain, terhentinya distribusi bantuan makanan darurat bagi 160.000 orang kian memperparah ancaman malnutrisi akut. Tanpa adanya de-eskalasi segera, krisis kemanusiaan di perbatasan kedua negara ini diprediksi akan menjadi salah satu bencana pengungsian terbesar di awal tahun 2026.[dit]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *