Daerah  

Bandara Bomakia Boven Digoel Dibuka Kembali, Personel Gabungan Siaga Penuh

FAKTASERANG.ID – Kabar gembira datang dari wilayah pedalaman Papua Selatan.

Fasilitas penerbangan perintis di Bandara Bomakia, Kabupaten Boven Digoel, resmi beroperasi kembali setelah sempat terhenti. Pembukaan kembali jalur udara vital ini ditandai dengan pendaratan mulus pesawat jenis Cessna Caravan pada Rabu (4/3/2026).

Mengingat pentingnya keamanan objek vital di wilayah tersebut, proses pendaratan mendapatkan pengawalan ekstra ketat dari aparat militer gabungan.

Personel dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Komando (Yon Parako) 466 Pasgat dan Satgas Batalyon Infanteri (Yonif) 403 tampak bersiaga penuh di sepanjang landasan pacu (runway) hingga area apron.

Distribusi Logistik Jadi Prioritas

Begitu mesin pesawat dimatikan, petugas bandara bersama kru penerbangan langsung bergerak cepat melakukan bongkar muat.

Baca Juga: Bandara Koroway Batu Kembali Beroperasi, Sinergi TNI-Polri Jamin Keamanan Jalur Udara Papua

Pesawat perintis tersebut membawa muatan krusial berupa logistik kebutuhan pokok, paket kiriman, dan perlengkapan harian yang sangat dinantikan oleh warga lokal.

Kehadiran personel TNI di lokasi memastikan rantai distribusi barang dari kabin pesawat hingga ke tangan masyarakat berjalan tertib tanpa gangguan.

Hal ini menjadi krusial mengingat akses darat menuju Bomakia masih sangat terbatas dan sulit ditembus, menjadikan jalur udara sebagai satu-satunya tumpuan mobilitas warga.

Prosedur Keamanan Standar

Komandan Pos (Danpos) Satgas Yon Parako 466, Letda Pas Arya Wahyu Megantara, menegaskan bahwa kehadiran aparat adalah bentuk jaminan keamanan bagi operasional penerbangan perintis di daerah pelosok.

“Pengamanan dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar dalam setiap aktivitas penerbangan di wilayah tertentu. Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, mulai dari pendaratan hingga distribusi logistik,” ujar Letda Pas Arya Wahyu Megantara.

Harapan Baru bagi Ekonomi Pedalaman

Pengoperasian kembali Bandara Bomakia disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Bagi warga, pesawat bukan sekadar alat transportasi, melainkan kunci utama penggerak roda ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar di wilayah pedalaman.

Dengan sinergi antara aparat keamanan, petugas teknis bandara, dan maskapai, diharapkan jadwal penerbangan perintis ke wilayah Boven Digoel dapat berjalan rutin secara konsisten. Stabilitas keamanan di bandara menjadi faktor penentu agar isolasi geografis di Papua Selatan dapat terus terkikis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *